Evos Mobile Legends Indonesia Meraih Sukses Di M1 Malaysia

Turnamen World Championship Mobile Legend Bang Bang gres saja selesai di gelar. Kejuaraan yang mempertemukan banyak sekali tim mobile legends dari seluruh dunia tersebut berhasil dimenangkan oleh EVOS Legends sehabis mengalahkan tim RRQ secara dramatis dalam 7 game. Hasil tersebut semakin menegaskan EVOS legends sebagai tim mobile legends terkuat untuk ketika ini.

 Turnamen World Championship Mobile Legend Bang Bang gres saja selesai di gelar Evos Mobile Legends Indonesia Meraih Sukses di M1 Malaysia

Kesuksesan EVOS Legends dalam ajang M1 semakin melengkapi koleksi trofi sehabis pada beberapa waktu sebelumnya EVOS Legends berhasil menjuarai ajang IENC dan juga MPL Season 4. Padahal, roster dari tim berlambang harimau putih ini sanggup dibilang masih baru. Berikut ini merupakan profil lengkap para roster dari tim EVOS Legends.

5 Roster Andalan EVOS Legends:


1. Eko “Oura” Julianto



Roster andalan EVOS yang pertama tentu yaitu Eko Julianto atau yang biasa dikenal dengan nama Oura. Pemain yang satu ini sanggup dikatakan sebagai pemain paling usang di EVOS. Oura telah memperkuat EVOS Legends dari MPL season 1. Meskipun telah cukup usang membela EVOS, Oura tidak banyak mendapat title juara dan harus puas untuk meraih posisi runner up pada gelaran MPL sebelumnya.



Pada awal kariernya di mobile legends, Oura lebih sering mengisi role Assassin. Kemampuannya mengendalikan pendekar Fanny menciptakan namanya begitu populer sampai dijuluki bapak Assassin Indonesia. Seiring berjalannya waktu dan adaptasi dengan tim, sekarang Oura lebih dikenal sebagai offlaner. Meski demikian, Oura tetap bisa menawarkan performa terbaiknya dengan memperoleh MVP pada ajang M1.


2. Yurino “Donkey” Putra



Yurino Putra atau dekat disapa donkey ini tentu sudah tidak gila lagi di dunia mobile legends Indonesia. Hampir sama menyerupai Oura, Donkey termasuk player yang sanggup dikatakan senior di EVOS. Bermain sebagai Tank Mid, Donkey berubah menjadi menjadi pemain yang sangat merepotkan tim lawan. Permainannya yang dikenal garang menciptakan tim lawan kesulitan dalam melaksanakan ganking kepada pendekar mid EVOS.



Hero signature yang sangat menempel dengan player Tank yang satu ini tidak lain yaitu Chou. Jadi, tidak mengherankan apabila bertemu dengannya tim lawan selalu melaksanakan respect ban terhadap Chou donkey.  Namun, tampaknya para penikmat mobile legends akan kehilangan sosok donkey di turnamen major alasannya yaitu player berusia 30 tahun tersebut berencana untuk pensiun dari mobile legends.

3. Ihsan “Luminaire” Besari



Tidak menyerupai Donkey atau Oura, mungkin masih banyak yang bertanya wacana player tank support yang satu ini. Ihsan Besarik atau Luminaire memang belum mempunyai nama besar, namun player berumur 18 tahun ini mempunyai potensi dan talenta yang besar dalam permainan mobile legends. Bermain sebagai tank cover atau support, Ihsan sering kali menjadi penyelamat bagi rekan-rekan satu timnya.



Terdapat satu hal unik dari Luminaire yang menarik banyak perhatian banyak pecinta dan pengamat mobile legend. Hal tersebut alasannya yaitu Luminaire malah sangat ditakuti oleh lawan pada ketika beliau memakai pendekar Selena yang notabene yaitu assassin mage. Dengan sangat lincah dan perhitungan yang tepat, Luminaire bisa memakai Selena sebagai support yang efektif di dalam pertandingan.

4. Muhammad “Wannn” Ridwan



Selain Luminaire, Wannn atau Muhammad Ridwan menjadi pemain yang sangat bersinar baik dalam gelaran MPL ataupun M1. Bermain sebagai midlaner dan ditemani oleh Donkey, Wannn berubah menjadi menjadi salah satu midlaner terbaik Indonesia. Kecepatan mekanik dan juga kemampuan membaca permainan yang baik menciptakan wannn bisa membawa game kepada kemenangan timnya.



Pada awal mulanya, Wannn bukanlah seorang midlaner melainkan lebih ke hardcore atau marksman. Namun, berkat kejelian administrasi dan tim instruktur EVOS, Wannn berhasil menawarkan kemampuannya yang optimal di posisi midlane. Beberapa pendekar andalan dari Wannn diantaranya yaitu Harith, Kagura, Lunox, dan juga Chang’e.

5. “REKT” Gustian



Player EVOS Legends yang terakhir yaitu Gustian atau biasa dikenal dengan nickname REKT. REKT merupakan pemain yang cukup senior dalam dunia mobile legends Indonesia. Pemain yang sekarang mengisi role Hardcore atau marksman di EVOS ini dulu pernah memperkuat tim lain menyerupai Louvre dan juga Bigetron.



REKT sangat dikenal dengan kemampuan farmingnya yang dianggap sangat cepat. Hal tersebut membuatnya mendapat julukan REKT si Petani dari para netizen mobile legends. Selain itu, REKT sangat dikenal dengan kemampuannya dalam mengendalikan pendekar Claude. Pada ketika REKT memakai Claude sangat sulit bagi lawan untuk mematikan pergerakan dan juga farming dari player 23 tahun ini.



Setelah berakhirnya M1 World Championship Mobile Legend Bang-Bang di Malaysia, tim EVOS Legends tampaknya tidak sanggup bersantai terlalu lama. Hal tersebut alasannya yaitu beberapa hari ke depan, beberapa punggawa EVOS menyerupai REKT, Wannn, Donkey, dan Oura harus mempersiapkan diri untuk Sea Games. Untuk itu, ayo berikan santunan untuk mereka semoga sanggup membawa pulang medali emas untuk Indonesia!


Sumber https://mistersongga.blogspot.com/

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel